Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat, telah dilaksanakan kegiatan Edukasi Integrated Farming dan Pemanfaatan Limbah Organik yang bertempat di RW. 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan.

Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami konsep Integrated Farming (Pertanian Terpadu), yaitu sistem yang mengintegrasikan berbagai sektor usaha seperti perikanan, peternakan, pertanian, dan pengelolaan limbah dalam satu kesatuan yang saling mendukung. Melalui pendekatan ini, setiap komponen yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Gambar

Materi edukasi disampaikan langsung oleh Bapak Oki, selaku Owner Ayam Pekarangan (@ayam_pekarangan) sekaligus penggiat pengelolaan limbah yang telah berpengalaman dalam mengembangkan konsep pertanian terpadu berbasis masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, beliau berbagi pengalaman, praktik baik, serta berbagai strategi dalam mengelola budidaya perikanan, peternakan ayam, dan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Peserta mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana limbah organik yang selama ini sering dianggap sebagai sampah dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan budidaya. Limbah dapur dan sisa makanan, misalnya, dapat diolah menjadi pakan alternatif, kompos, atau media pendukung lainnya yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tidak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara produktif.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai hubungan yang saling menguntungkan antara budidaya ikan, ternak ayam, dan pengolahan limbah. Sistem yang terintegrasi memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi biaya produksi, serta menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Konsep ini menjadi salah satu solusi yang relevan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Kegiatan edukasi berlangsung dengan penuh antusiasme dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta para pengurus kelompok ternak yang hadir. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang selama kegiatan berlangsung, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari metode budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Para peserta juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai potensi pengembangan integrated farming di lingkungan masing-masing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pekiringan, Meidi Achmad Sahlan, SE, Sekretaris Kelurahan Pekiringan, Izzuddin, S.Pd, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Afif Syuhada, SE, Ketua LPM Kelurahan Pekiringan, Yadi Avianto, Ketua RW. 04 Langensari Baru, Agil Akadita Pratama, serta para pengurus ternak dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor peternakan, perikanan, dan lingkungan hidup.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pemanfaatan potensi lokal. Melalui edukasi seperti ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menerapkan berbagai praktik yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Gambar

Konsep integrated farming memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, mengurangi volume limbah rumah tangga, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menciptakan peluang usaha baru, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan, masyarakat dapat membangun sistem produksi yang mandiri dan berkelanjutan.

Pemerintah Kelurahan Pekiringan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya narasumber, pengurus RW, kelompok ternak, dan masyarakat yang berpartisipasi aktif. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan lingkungan.

Semoga melalui kegiatan Edukasi Integrated Farming dan Pemanfaatan Limbah Organik ini, masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sumber daya secara bijak dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai, mengembangkan budidaya yang terintegrasi, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang produktif, mandiri, dan ramah lingkungan.

Mengelola limbah menjadi manfaat, memanfaatkan potensi menjadi peluang, membangun kemandirian pangan, serta menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.