Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 dengan tema "Manunggal Winangun Caruban", sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat RW. 07 Gunungsari Bedeng Kelurahan Pekiringan melaksanakan kegiatan Tasyakur Bumi Gunungsari Pinangeran Suradinaya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat, kesehatan, keselamatan, rezeki, serta keberkahan yang telah diberikan kepada seluruh masyarakat.
Kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai religius, budaya, dan kearifan lokal ini merupakan salah satu tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur dan terus dijaga keberlangsungannya hingga saat ini. Tasyakur Bumi tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pelaksanaan Tasyakur Bumi Gunungsari Pinangeran Suradinaya berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Warga dari berbagai kalangan hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi serta bentuk kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan yang masih terpelihara dengan baik di lingkungan masyarakat RW. 07 Gunungsari Bedeng.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lurah Pekiringan, Meidi Achmad Sahlan, SE, tokoh masyarakat, tokoh agama, sesepuh wilayah, serta warga yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa budaya merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Tasyakur Bumi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja dapat mengenal sejarah, tradisi, serta filosofi yang terkandung dalam budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penerus yang menjaga dan melestarikan warisan leluhur di masa mendatang.
Momentum Tasyakur Bumi ini juga sejalan dengan semangat tema Hari Jadi Kota Cirebon ke-599, yaitu "Manunggal Winangun Caruban", yang mengandung makna pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis, maju, dan berbudaya. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus dipupuk sehingga menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Kelurahan Pekiringan mengapresiasi seluruh panitia, tokoh masyarakat, sesepuh, pemuda, serta warga RW. 07 Gunungsari Bedeng yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Semoga kegiatan Tasyakur Bumi Gunungsari Pinangeran Suradinaya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya menjaga warisan budaya, memperkuat nilai-nilai religius, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan demikian, tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur dapat tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
✨ Tradisi dijaga, budaya dilestarikan, kebersamaan dikuatkan, dan rasa syukur senantiasa ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Bersama menjaga warisan leluhur untuk generasi masa depan yang berkarakter dan berbudaya. ✨
#TasyakurBumi #GunungsariPinangeranSuradinaya #RW07GunungsariBedeng #KelurahanPekiringan #HariJadiKotaCirebon599 #ManunggalWinangunCaruban #TahunBaruIslam1448H #BudayaLokal #LestarikanTradisi #KearifanLokal #GotongRoyong #CirebonBerbudaya #PekiringanBerkarya