Dalam upaya mendukung terwujudnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat, Bapak Taufiq Yusuf selaku RT Mandiri melaksanakan kunjungan ke RW. 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, yang saat ini sedang dipersiapkan sebagai pilot project pengelolaan sampah rumah tangga terintegrasi dengan budidaya ternak ayam petelur dan pengolahan sampah organik.
Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penguatan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan program lingkungan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat. RW. 04 Langensari Baru diproyeksikan menjadi wilayah percontohan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Program yang sedang dikembangkan tersebut merupakan implementasi nyata dari upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui keterlibatan aktif masyarakat. Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, akan dipilah dan dimanfaatkan secara optimal melalui berbagai kegiatan produktif seperti budidaya maggot, pembuatan kompos, serta pemanfaatannya sebagai bagian dari sistem pendukung peternakan ayam petelur. Dengan pendekatan ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, Lurah Pekiringan, Meidi Achmad Sahlan, SE, turut mendampingi secara langsung bersama perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon. Kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan pengelolaan sampah dan peternakan ayam petelur, dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai kesiapan sarana dan prasarana, mekanisme pengelolaan, keterlibatan masyarakat, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Pada kesempatan tersebut, berbagai aspek pengembangan program dibahas secara komprehensif, mulai dari sistem pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengumpulan dan pengolahan sampah organik, pemanfaatan hasil pengolahan sebagai bahan pendukung budidaya ternak, hingga potensi pengembangan ekonomi yang dapat dihasilkan dari kegiatan tersebut. Program ini dirancang agar mampu menciptakan siklus yang saling terintegrasi antara pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Lurah Pekiringan menyampaikan bahwa pengembangan pilot project ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang menekankan pentingnya pengurangan dan penanganan sampah dari sumbernya. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus memperoleh manfaat langsung dari hasil pengelolaan sampah yang dilakukan.
Selain berfokus pada aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui budidaya ayam petelur yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga maupun dikembangkan menjadi sumber pendapatan kelompok. Dengan adanya integrasi antara pengelolaan sampah dan peternakan, diharapkan tercipta model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan.
Perwakilan DLH Kota Cirebon yang turut hadir dalam kunjungan tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif dan komitmen masyarakat RW. 04 Langensari Baru dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kawasan percontohan yang tidak hanya berhasil dalam mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Sementara itu, masyarakat RW. 04 Langensari Baru menyambut baik kunjungan dan perhatian yang diberikan terhadap program tersebut. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam proses persiapan lokasi, pembangunan sarana pendukung, serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan edukasi dan diskusi mengenai pengelolaan sampah dan ketahanan pangan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Ke depan, RW. 04 Langensari Baru diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan lokasi percontohan bagi masyarakat maupun wilayah lain yang ingin menerapkan konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata berupa lingkungan yang lebih bersih, pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA, peningkatan ketahanan pangan, serta terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pemerintah Kelurahan Pekiringan terus berkomitmen untuk mendukung berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, diharapkan cita-cita mewujudkan Kelurahan Pekiringan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan dapat tercapai secara bertahap dan berkesinambungan.
♻️🐔 Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan peluang, membangun kemandirian, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dari sampah lahir solusi, dari kebersamaan tercipta perubahan. 🐔♻️
✨ Dari sampah menjadi manfaat, dari kolaborasi lahir inovasi. Bersama kita wujudkan Kelurahan Pekiringan yang bersih, mandiri, berdaya, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan. ✨