Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Lasaba RW. 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung implementasi pengelolaan sampah organik terpadu yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, produktif, dan bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, Tim DLH Kota Cirebon melakukan peninjauan terhadap seluruh rangkaian proses pengelolaan sampah organik yang telah berjalan di RW. 04 Langensari Baru. Sistem yang diterapkan mengintegrasikan pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), budidaya ikan, peternakan ayam petelur, serta pemeliharaan entok. Melalui pendekatan ini, sampah organik rumah tangga yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi dan diskusi mengenai potensi pengembangan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Dalam konsep tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat. Sampah organik yang terkumpul dimanfaatkan sebagai media pakan maggot BSF, kemudian maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi untuk ikan, ayam petelur, maupun entok. Sementara itu, residu hasil pengolahan maggot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pekiringan Meidi Achmad Sahlan, SE, Sekretaris Kelurahan Izzuddin, S.Pd, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Afif Syuhada, SE, yang mendampingi Tim DLH Kota Cirebon selama proses peninjauan berlangsung. Kehadiran unsur Pemerintah Kelurahan Pekiringan menunjukkan komitmen dan dukungan penuh terhadap pengembangan program pengelolaan sampah terpadu yang saat ini tengah dikembangkan di RW. 04 Langensari Baru sebagai wilayah percontohan.

f65829ae-e656-437c-b4ce-fb550be458ed.webp

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemaparan mengenai perkembangan kegiatan Kelompok Tani Lasaba, mulai dari proses pengumpulan dan pemilahan sampah organik, budidaya maggot BSF, pemanfaatan hasil budidaya untuk pakan ternak, hingga pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang terintegrasi. Tim DLH Kota Cirebon juga berdialog langsung dengan pengelola dan masyarakat guna mengetahui berbagai tantangan, peluang, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.

Program yang dijalankan oleh Kelompok Tani Lasaba tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah menjadi lebih efektif sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

RW. 04 Langensari Baru saat ini tengah dikembangkan sebagai pilot project pengelolaan sampah tingkat RW di Kelurahan Pekiringan. Melalui berbagai inovasi yang dilakukan, kawasan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Model pengelolaan yang menghubungkan sektor lingkungan, pertanian, peternakan, dan perikanan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi konsep ketahanan pangan dan ekonomi sirkular di tingkat wilayah.

Selain memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan sampah organik, program ini juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang lebih efisien, produksi telur ayam petelur dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga, sementara pupuk organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun penghijauan lingkungan. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh tidak hanya dirasakan dari sisi kebersihan lingkungan, tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kota Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Pemerintah Kelurahan Pekiringan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mengembangkan inovasi-inovasi lingkungan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan secara tepat dapat menjadi solusi untuk berbagai tantangan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, RW. 04 Langensari Baru diharapkan terus berkembang menjadi kawasan percontohan yang mampu menginspirasi wilayah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

✨ Mengelola sampah bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan pangan, menciptakan peluang ekonomi, serta mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi masyarakat. ✨