Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan RW. 04 Langensari Baru sebagai pilot project pengelolaan sampah tingkat RW di Kelurahan Pekiringan, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan tema “Basmi Sampah dari Rumah dengan Budidaya Maggot BSF”. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pengurangan volume sampah dari sumbernya sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Ombah Indonesia dan menghadirkan narasumber Muhammad Ibnu Rizki, S.P., yang memberikan materi secara langsung kepada Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) RW. 04 Langensari Baru. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai siklus hidup lalat Black Soldier Fly (BSF), teknik budidaya maggot, pengelolaan sampah organik rumah tangga, hingga pemanfaatan hasil budidaya maggot sebagai pakan ternak yang bernilai ekonomis.
Maggot BSF dikenal sebagai salah satu solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik karena mampu mengurai berbagai jenis limbah organik rumah tangga dalam waktu relatif singkat. Selain membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), maggot juga menghasilkan produk turunan yang bermanfaat seperti pakan ternak berkualitas tinggi dan residu organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk pertanian maupun penghijauan lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya implementasi Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RW.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pekiringan Meidi Achmad Sahlan, SE, Sekretaris Kelurahan Izzuddin, S.Pd, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Afif Syuhada, SE. Kehadiran unsur Pemerintah Kelurahan Pekiringan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang saat ini tengah dikembangkan di RW. 04 Langensari Baru.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Pekiringan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan. Beliau menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah, dimulai dari kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara tepat.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengembangan program pengelolaan sampah terpadu yang sedang dibangun di RW. 04 Langensari Baru. Nantinya, sampah organik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar akan dimanfaatkan sebagai media pakan maggot, sedangkan hasil budidaya maggot akan digunakan sebagai pakan ternak unggas maupun ikan. Sementara itu, sisa penguraian organik akan diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan penghijauan di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya maggot BSF, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu mengurangi beban lingkungan secara signifikan.
Ke depan, RW. 04 Langensari Baru diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi wilayah lain di Kelurahan Pekiringan dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, serta mendukung terwujudnya Kota Cirebon yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.